Foto keluarga saya My beautiful girl 1 My beautiful girl 2 My beautiful girl 3 My beautiful girl 4

Rabu, 15 Mei 2013

Siswa SMA Muhammadiyah Membuat Prototipe Mobil Lipat


Wisnu Cahyo Purnomo, siswa SMA di kota Yogyakarta, membuat prototipe mobil lipat minimalis, sebagai salah satu solusi mengatasi keterbatasan ruang parkir kendaraan bermotor.
"Saat ini ruang parkir kendaraan bermotor, khususnya mobil, semakin terbatas. Garasi rumah juga sempit karena dimanfaatkan untuk keperluan lain. Akibatnya, mobil terpaksa diparkir di luar rumah," kata Wisnu di Yogyakarta, Selasa (30/4/2013).
Siswa SMA Muhammadiyah 1, Yogyakarta, tersebut kemudian membuat sebuah mobil yang bisa dilipat, yaitu bisa dipendekkan agar mampu diparkir di lokasi yang sempit sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lain.
Dalam kondisi "normal", mobil satu penumpang tersebut memiliki panjang 220 cm, tetapi saat dipendekkan hanya memiliki panjang 180 cm. Prototipe mobil lipat itu menggunakan kerangka besi dengan mesin kompresor dan bisa melaju hingga 40 kilometer per jam.
"Saat ini, mobil hanya bisa digunakan untuk pengemudi saja, dan membawa barang bawaan saat mobil dipanjangkan. Nanti, akan ada perbaikan-perbaikan lagi agar mobil bisa semakin sempurna," katanya.
Wisnu membutuhkan waktu sekitar delapan bulan untuk mewujudkan idenya menjadi sebuah mobil yang bisa dijalankan. Ia membutuhkan bantuan bengkel las untuk membuat badan mobil. "Bagian tersulit adalah membuat sambungannya agar mobil bisa dilipat dengan praktis," katanya.
Mobil lipat tersebut telah memenangkan penghargaan khusus "Display Terbaik" dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2012 yang digelar di Jakarta tahun lalu.
Sementara itu, Pendamping dan Pembina Penelitian Seksi SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY, Zainal Abidin, mengatakan, siswa SMA dan sederajat di DIY diarahkan untuk mengembangkan berbagai penelitian. "Ide-ide tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai penelitian. Nantinya, mereka bisa mengikuti OPSI," kata Zainal Abidin.
Prestasi siswa DIY dalam ajang OPSI, lanjut dia, selalu memuaskan karena berhasil tampil sebagai juara umum sejak 2009 hingga 2012 dengan jumlah medali yang terus bertambah.
Pada 2012, DIY merebut juara umum dengan meraih dua emas, empat perak, dan satu perunggu, serta empat penghargaan terbaik. "Kami terus melakukan pembinaan, dan DIY diharapkan bisa terus mempertahankan tradisi juara umum tahun ini, dan bisa memperoleh prestasi di tingkat internasional," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar